Ustad saya sholat bolong-bolong tapi rezeki lancar tuh …

Alkisah, disuatu hari ada seorang pemuda bernama bolono dan pa ustadz sedang bercakap-cakap.

Bolono : “Ustadz, sholat saya bolong-bolong tapi alhamdulilah rezeki saya lancar aja tuh”;
Ustadz : “Ente pernah ngasih ke tukang parkir?”;
Bolono : “pernah, kenapa tadz?”;
Ustadz : “Ente ngasih karena sayang, cinta?”;
Bolono : “ya engga lah tadz, yang bener aje hehehe..”;
Ustadz : “nah, skarang ente pikir apa Allah kasih rezeki karena Alloh cinta ???”;
Bolono : “(nelen ludah)”;

Sekian, semoga bermanfaat, wassalam.

Jadi karyawan bisakah berkembang ?

Sahabat hebat,

cambodia-garment-workers

Di indonesia banyak yang menjadi karyawan di sebuah perusahaan atau pabrik. Namun, apakah jadi seorang karyawan bisa menjadi mandiri hingga bisa membuka peluang usaha sendiri. Jawabannya mungkin tidak karena waktu kerja yang sudah di tentukan dan pekerjaan yang sudah diatur tidak memungkinkan untuk mengembangkan usahanya sendiri.

Semakin lama jadi karyawan semakin orang jadi tidak mandiri dan tidak berkembang potensi dirinya. sebagai gambaran di sebuah pabrik konveksi seorang karyawan hanya diberikan bagian memotong kain saja, sampai pensiun hanya bisa memotong kain saja, dalam kata lain tidak bisa membuat sebuah pakaian secara utuh.

Dengan demikian dari sisi kemampuan tidak akan berkembang, dan yang ada hanya ketergantungan pada pekerjaan itu saja dengan kisaran gaji yang sudah dapat dipastikan batas nilainya.

Sudahkah ada rencana ingin menjadi bos? mulailah berwirausaha dari sekarang siapa tau anda itu rizki anda. Salam sukses sahabat hebat. wassalam.

Gambar Renungan

1. Tanpa kegiatan atau kesibukkan, maka malaspun akan tertanam dalam diri kita. Tanpa mimpi, maka kejatuhan akan berakar dalam diri kita. Semakin lama, akarnya akan semakin dalam. Sampai suatu hari bahkan mau berdiri pun sudah sangat sulit.

2. Dalam hidup ini, setiap orang membutuhkan sahabat yang seperti di gambar ini. KETIKA kamu susah, maka aku akan menjadi penopang; KETIKA aku susah, dia akan menjadi penopang; KETIKA dia susah, kamu akan menjadi penopang. Kalau kamu memiliki sahabat seperti ini, hidup tidak akan ada penyesalan

3. Untuk bekerja sama, kita harus melepas keegoisan dan saling menghormati. Untuk bekerja sama seumur hidup, maka harus merubah kebiasaan buruk dan menjadi dewasa bersama. Kalau kamu hanya tau egois dan tidak bisa saling mempersilakan, maka suatu hari kamu pun akan kalah. Entah dalam pekerjaan, pernikahan, persahabatan, kamu harus belajar menjadi dewasa bersama.

4. Kadangkala hidup ini RINGAN atau BERAT, tergantung dari jalan yang kamu pilih.

5. Kadangkala mempunyai berapa banyak sumber daya tidaklah penting, kalau kamu tidak tahu CARA menggunakannya, selamanya kamu tidak akan pernah merasa cukup.

6. KADANGKALA orang yang mengulurkan tangannya padamu, belum tentu benar-benar ingin menolongmu.

7. Kamu selamanya nggak akan bisa memuaskan SEMUA orang.

8. PANTANG MENYERAH, bertahan sedikit lagi maka kamu akan berhasil

9. Dalam hidup, kita harus dapat MENCARI KESUKAAN dalam kesulitan.

10. Kalau arahmu salah, semakin berjuang semakin TERTEKAN

 

KISAH ULAR DAN GERGAJI

Seekor ular memasuki gudang tempat kerja seorang tukang kayu di malam hari.
Kebiasaan si tukang kayu adalah membiarkan sebagian peralatan kerjanya berserakan dan tidak merapikannya.

Nah ketika seekor ular itu masuk ke gudang tukang kayu, secara kebetulan ia merayap diatas gergaji, tajamnya gergaji menyebabkan perut ular terluka. Ular beranggapan gergaji itu menyerangnya,ular itu pun membalas dgn mematuk gergaji itu berkali – kali.

Serangan yg bertubi-tubi menyebabkan luka parah di bagian mulutnya, marah dan putus asa ular berusaha mengerahkan kemampuan terakhirnya untuk mengalahkan musuhnya. Ular pun lalu membelit kuat gergaji itu, belitan yang menyebabkan tubuhnya terluka parah akhirnya ular itu mati binasa. Di pagi hari si tukang kayu menemukan bangkai ular tersebut di sebelah gergaji kesayangannya.

Sahabat…
Kadangkala di saat marah, kita ingin melukai orang lain. Setelah semua berlalu, kita baru menyadari bahwa yang terluka sebenarnya adalah diri kita sendiri. Banyak perkataan yang terucap dan tindakan yang dilakukan saat amarah menguasai, sebanyak itu pula kita melukai diri kita sendiri.

Ketahuilah dendam benci/curiga/pikiran negatif apapun itu, sebenarnya bagaikan ular yang membelit gergaji, telah ribuan kali muncul dalam pikiran kita yg menusuk dan membakar hati kita sendiri.

Latihlah setiap saat untuk mengampuni, memaafkan dengan tulus, mampu dgn cepat melepaskan & membuang sampah pengotor hati dan pikiran kita sendiri.
DEMI MASA…??