Smart City yaitu

Sebagai masyarakat yang smart mari kenali apa itu smart city.

endangcahyapermana-smart-city-yaitu

A smart city is a municipality that uses information and communication technologies to increase operational efficiency, share information with the public and improve both the quality of government services and citizen welfare.

Smartcity atau kota cerdas merupakan kota yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi operasional, berbagi informasi dengan masyarakat dan memperbaiki kualitas layanan pemerintah dan kesejahteraan warga.

Adapun komponen di dalam sebuah smart city mencakup berbagai aspek seperti pada gambar berikut.

Smart city

Untuk mendukung kemajuan sebuah kota atau kabupaten sudah semestinya mulai mengadopsi konsep ini dengan tujuan akhir adalah memperbaiki kualitas layanan pemerintahan dan kesejahteraan warganya dan bukan untuk gaya-gayaan.

Semoga bermanfaat, wassalam.

Advertisements

Apa itu E-Government ?

Apa itu E-Government

Saat ini negara maju maupun negara berkembang sedang mengarah ke pada digital goverment, electronic government sebagai salah satu perwujudannya atau lebih dikenal dengan singkatan e-gov / e-government.

e-government-solutions

Apa itu e-government? pengertian dari E-government sederhananya dapat di definisikan sebagai pemanfaatan teknologi informasi oleh pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kepada publik.

eGovernment is the use of information and communication technologies (ICTs) to improve the activities of public sector organisations. Some definitions restrict e-government to Internet-enabled applications only, or only to interactions between government and outside groups. egov4dev.org

Dengan menggunakan e-government diharapkan dapat memudahkan pekerjaan dilingkungan pemerintahan dan memberikan kepuasan kepada masyarakat.

.
.
.

Government Function Framework

Government function framework adalah kerangka fungsional yang bertujuan untuk mendefinisikan dan mengelompokan aplikasi agar memudahkan dalam mengatur pengembangan sistem aplikasi  dipemerintahan.

Government Functional Framework digambarkan dengan skema sebagai berikut.

government functional framework 1government functional framework 2

.
.
.

Standar Aplikasi E-Government

standar-aplikasi-e-gov

Sistem aplikasi untuk e-Government, memiliki beberapa hal yang harus menjadi perhatian semua pihak agar bisa sesuai dengan kebutuhan. Dengan demikian pembangunan Sistem Aplikasi E-Government harus memenuhi standar (Re-In-Sca-Us-In) sebagai berikut.

Reliable
Menjamin bahwa sistem aplikasi akan dapat berjalan dengan handal, robust terhadap kesalahan pemasukan data, perubahan sistem operasi dan bug free.

Agar bisa memastikan bahwa aplikasi tersebut reliable maka dilakukan pengujian aplikasi tersebut.

Interoperable
Menjamin bahwa sistem aplikasi akan dapat saling berkomunikasi serta bertukar data dan informasi dengan sistem aplikasi lain untuk membentuk sinergi sistem.

Hal ini bisa di antisipasi dari awal, dengan menyampaikan hal ini kepada pengembang. berikut renacana kedepannya seperti apa, atau ada rencana terkait dengan aplikasi lainnya.

Scalable
Menjamin bahwa sistem aplikasi akan dapat dengan mudah ditingkatkan kemampuannya, terutama penambahan fitur baru, penambahan user dan kemampuan pengelolaan data yang lebih besar.

Biasanya sudah di tentukan oleh client dengan menuliskannya didalam user reqruitment apa-apa yang di butuhkan dalam aplikasi.
User Friendly
Menjamin bahwa sistem aplikasi akan mudah dioperasikan dengan user interface (antar muka pengguna) yang lazim berlaku di pemerintahan dan sesuai dengan kebiasaan bahasa dan budaya penggunanya.

Pengembang harus bisa memahami kebutuhan client, biasanya client tidak secara rinci dalam hal tersebut, dengan demikian pengembang harus paham.

Integrateable
Menjamin bahwa sistem aplikasi mempunyai fitur untuk kemudahan integrasi dengan sistem aplikasi lain, terutama untuk melakukan transaksi pertukaran data dan informasi antar sistem aplikasi e-Government, baik dalam lingkup satu pemerintah daerah dengan pemerintah daerah lain.

Ini yang saya pikir lebih penting, mengingat bahwa e-government cakupannya luas dan saling berkaitan antar bidang dan kebutuhan, maka aplikasi yang dibangunpun harus bisa memenuhi kebutuhan untuk pengintegrasian.

Bagian pengelenggara e-gov, bisa saja merincikan kebutuhan hal ini, dengan membuat permintaan spesifikasi dan menyampaikan kepada pengembang, misalkan harus bisa berjalan di sistem operasi linux, menggunakan web base php, database nya mysql, dengan versi sekian, dan seterusnya. Semakin jelas kebutuhan dan semakin banyak kesamaan antar aplikasi bisa memudahkan dalam pengembangan untuk pengintegrasian. mungkin seperti itu.

.
.
.

Dokumentasi Petunjuk Teknis Pelaksanaan dan Kriteria Pembangunan e-Government.

Dokumentasi ini berguna untuk:
– Mencatat semua kebutuhan pengguna (user requirements) yang perlu disampaikan kepada mitra pengembang.
– Mencatat data dan informasi penawaran produk dari mitra pengembang yang ditawarkan untuk menjawab kebutuhan pengguna.
– Memverifikasi apakah sistem aplikasi yang dikembangkan sudah berfungsi sesuai dengan yang diharapkan dan mampu menjawab kebutuhan pengguna.

dokumentasi-petunjuk-teknis-e-gov

Untuk keperluan tersebut, Template Dokumentasi Aplikasi e-Government ini disusun dalam tiga bagian, yang terdiri dari template dokumen:
Spesifikasi Kebutuhan Pengembangan Sistem Aplikasi,

adalah dokumen yang disiapkan oleh Pemerintah Daerah untuk mengidentifikasi, mengelompokkan dan mencatat semua kebutuhan pengguna.

user-requirement-e-gov

Download file

Dokumen Spesifikasi Kebutuhan Sistem Aplikasi E-Government

Panduan Pengujian Penerimaan Sistem Aplikasi,

adalah dokumen yang disiapkan oleh Pemerintah Daerah untuk memverifikasi apakah semua kebutuhan pengguna akhir (fitur yang diinginkan) sudah dapat dipenuhi oleh sistem aplikasi. Dokumen ini juga dapat dijadikan
ukuran bagi Pemerintah Daerah untuk menilai apakah mitra pengembang dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan kriteria memuaskan.

metoda-pengujian-e-gov

Download file :

Dokumen Pengujian Aplikasi E-Government

RFP(Request For Proposal) Standard,

adalah set dokumen yang disiapkan oleh Pemerintah
Daerah untuk meminta proposal penawaran produk sistem aplikasi e-Government yang diinginkan dari para mitra pengembang. Dalam hal ini mitra pengembang harus menyediakan data dan informasi minimal seperti yang sudah dipersyaratkan dalam RFP tersebut. Mitra pengembang boleh saja menulis dalam format yang berbeda dari format yang disarankan di RFP standard, sepanjang kandungan isi data dan informasinya mencukupi, sesuai yang dibutuhkan.

rfp-e-gov

Download File :

Dokumen request for proposal (rfp) standar

Lampiran Alur Pengembangan Aplikasi Sederhana

plot-application-development

Lampiran Skema Kelengkapan Serah Terima Software Dari Pengembang Kepada Client

Setelah aplikasi selesai dari pengembang maka selanjutnya adalah memberikanya kepada Client, beserta kelengkapan seperti cd installer, manual book dan petunjuk teknis, tergantung dari pada kesepakatan kedua belah pihak.

kelengkapan-serah-terima-software-e-gov

Download File

Dokumen Pendukung – Petunjuk Teknis – E-gov

wassalam.