Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Bapak Teknologi Indonesia Bj Habibie

Selamat jalan Prof. Dr. Ing. H. BJ Habibie, semoga Alloh SWT, menerima amalan bapak dan mengampuni segala dosa-dosa bapak, dan bisa diterima disisi Nya. Karya dan prestasi bapak akan selalu dikenang, menjadi inspirasi dan motivasi bagi generasi kami berikutnya bahwa  KITA BISA mencapai impian, seperti halnya pesawat yang telah engkau terbangkan kelangit dan mengangkasa di bumi Indonesia tercinta. Mati satu tumbu seribu. Wassalam.

Kembali Ke Nol – Bj Habibie

bj-habibie-sakit

Ungkapan Hati BJ Habibie soal akhirat yang bikin merinding
8 Jan 2019

NONSTOPNEWS.ID – Pidato BJ Habibie viral. Mantan Presiden RI ini menuliskan tentang kisah hidupnya.

SAAT KEMATIAN ITU KIAN DEKAT.

KALAULAH SEMPAT ? Renungan utk kita semua !!!!
——————–( by BJ Habibie ketika berpidato di Kairo, beliau berpesan “Saya diberikan kenikmatan oleh Allah ilmu technology sehingga saya bisa membuat pesawat terbang, tapi sekarang saya tahu bahwa ilmu agama itu lebih bermanfaat untuk umat .Kalo saya disuruh memilih antara keduanya maka saya akan memilih ilmu Agama.” )

Sepi penghuni…
Istri sudah meninggal…
Tangan menggigil karena lemah…
Penyakit menggerogoti sejak lama…
Duduk tak enak, berjalan pun tak nyaman… Untunglah seorang kerabat jauh mau tinggal bersama menemani beserta seorang pembantu…

Tiga anak, semuanya sukses… berpendidikan tinggi sampai ke luar negeri…
» Ada yang sekarang berkarir di luar negeri… »
Ada yang bekerja di perusahaan asing dengan posisi tinggi… »
Dan ada pula yang jadi pengusaha …

Soal Ekonomi, saya angkat dua jempol » semuanya kaya raya…

Namun….
Saat tua seperti ini dia “merasa hampa”, ada “pilu mendesak” disudut hatinya..

Tidur tak nyaman…
Dia berjalan memandangi foto-foto masa lalunya ketika masih perkasa & enegik yg penuh kenangan

Di rumah yang besar dia merasa kesepian, tiada suara anak, cucu, hanya detak jam dinding yang berbunyi teratur…

Punggungnya terasa sakit, sesekali air liurnya keluar dari mulutnya….
Dari sudut mata ada air yang menetes.. rindu dikunjungi anak-anak nya

Tapi semua anak nya sibuk dan tinggal jauh di kota atau negara lain…
Ingin pergi ke tempat ibadah namun badan tak mampu berjalan….

Sudah terlanjur melemah…

Begitu lama waktu ini bergerak, tatapannya hampa, jiwanya kosong, hanya gelisah yang menyeruak…
sepanjang waktu ….

Laki-laki renta itu, barangkali adalah Saya… atau barangkali adalah Anda yang membaca tulisan ini suatu saat nanti_
Hanya menunggu sesuatu yg tak pasti…
yang pasti hanyalah KEMATIAN.
Rumah besar tak mampu lagi menyenangkan hatinya…_
Anak sukses tak mampu lagi menyejukkan rumah mewahnya yang ber AC…
Cucu-cucu yang hanya seperti orang asing bila datang…_
Asset-asset produktif yang terus menghasilkan, entah untuk siapa .?

Kira-kira jika malaikat “datang menjemput”, akan seperti apakah kematian nya nanti.

Siapa yang akan memandikan ?

Dimana akan dikuburkan ??

Sempatkah anak kesayangan dan menjadi kebanggaannya datang mengurus jenazah dan menguburkan?

Apa amal yang akan dibawa ke akhirat nanti?
Rumah akan di tinggal, asset juga akan di tinggal pula…
Anak-anak entah apakah akan ingat berdoa untuk kita atau tidak ???
Sedang ibadah mereka sendiri saja belum tentu dikerjakan ???
Apa lagi jika anak tak sempat dididik sesuai tuntunan agama??? Ilmu agama hanya sebagai sisipan saja…_

“Kalau lah sempat” menyumbang yang cukup berarti di tempat ibadah, Rumah Yatim, Panti Asuhan atau ke tempat-tempat di jalan Allah yang lainnya…

“Kalau lah sempat” dahulu membeli sayur dan melebihkan uang pada nenek tua yang selalu datang……

“Kalau lah sempat” memberikan sandal untuk disumbangkan ke tempat ibadah agar dipakai oleh orang yang memerlukan…..

“Kalau lah sempat” membelikan buah buat tetangga, kenalan, kerabat, dan handai taulan…

Kalau lah kita tidak kikir kepada sesama, mungkin itu semua akan menjadi “Amal Penolong” nya …

Kalaulah dahulu anak disiapkan menjadi ‘Orang yang shaleh’, dan ‘Ilmu Agama’ nya lebih diutamakan

Ibadah sedekahnya di bimbing/diajarkan & diperhatikan, maka mungkin senantiasa akan ‘Terbangun Malam’, ‘meneteskan air mata’ mendoakan orang tuanya.

Kalaulah sempat membagi ilmu dengan ikhlas pada orang sehingga bermanfaat bagi sesama…

“KALAULAH SEMPAT”

Mengapa kalau sempat ?
Mengapa itu semua tidak jadi perhatian utama kita ? Sungguh kita tidak adil pada diri sendiri. Kenapa kita tidak lebih serius?
Menyiapkan ‘bekal’ untuk menghadap-Nya dan ‘Mempertanggung Jawabkan kepadaNya?
Jangan terbuai dengan ‘Kehidupan Dunia’ yang bisa melalaikan…..

Kita boleh saja giat berusaha di dunia….tapi jadikan itu untuk bekal kita pada perjalanan panjang & kekal di akhir hidup kita.

( bagi yang menyebarkan catatan ini semoga menjadi sodaqoh ilmu & ladang amal Shaleh)_

Teruslah menjadi “si penabur kebajikan” selama hayat masih dikandung badan meski hanya sepotong pesan.

Prof. Dr. Ing. BJ. Habibie

3 Alasan Yang Membuat Programmer Menjadi Pekerjaan Yang Berbahaya

  1. Mayoritas Programmer adalah Introvert dan Geek
    Banyaknya platform dan cepatnya teknologi berkembang, menyebabkan seorang pekerja IT menghabiskan banyak waktu untuk mempelajari dan membuat aplikasi. Hal ini juga adalah penyebab mengapa seorang programmer, sangat rentan terkena loneliness syndrome, yaitu terbiasa menyendiri dan menghindari kontak sosial.
  2. Programmer Harus Wajib Bisa Public Speaking dan Bahasa Inggris
    Seorang programmer yang sudah menguasai teknis, akan sangat cepat melonjak karirnya apabila didukung dengan kemampuan komunikasi yang mumpuni, apalagi jika bisa lancar berbahasa inggris. Hal ini dikarenakan iklim investasi di Indonesia, sebagian besar masih dikuasai oleh orang asing yang biasanya memegang peranan penting di sebuah perusahaan.

    Menjadi seorang IT di perusahaan lokal dan perusahaan multinasional, tentulah sangat jauh perbedaan fasilitas dan salary. Padahal, yang dikerjakan tidak terlalu berbeda tingkat kesulitannya.Lagi lagi hal ini berkaitan erat dengan kemampuan berbahasa inggris anda.

    Ditambah mulai banyak bermunculan startup di Indonesia, yang mendapat investasi dari investor asing. Tentulah hal ini akan sangat berpengaruh jika anda ingin melakukan pitching dan mendapatkan dana investasi.

  3. Programmer Juga Bisa Menjadi Founder atau CTO (Chief Technology Officer)
    Dalam kacamata saya, seharusnya seorang programmer sudah memiliki dasar ilmu teknis dan logika yang menjadi dasar untuk membangun sebuah model bisnis dalam perusahaan. Ia sudah bisa menggambarkan keseharian operasional perusahaan, dan mengerti seluk beluk teknis dan non teknis.

    Tentulah hal ini sangatlah menguntungkan, dimana tidak semua orang di perusahaan tersebut bisa mempelajari alur bisnis secara riil. Inilah latar belakang mengapa banyak sekali perusahaan digital yang memiliki Founder dengan background programmer seperti Microsoft dengan Bill Gates, Facebook dengan Mark Zuckerberg, dan masih banyak lagi.

50 Calon Smart City

Berikut Kota/Kabupaten yang Terpilih di Gerakan Menuju 100 Smart City tahap kedua:

1. Kabupaten Sukoharjo
2. Kabupaten Boyolali
3. Kabupaten Banyumas
4. Kota Denpasar
5. Kota Cimahi
6. Kota Medan
7. Kota Surakarta
8. Kabupaten Bantul
9. Kabupaten Magelang
10. Kota Surabaya
11. Kabupaten Batang
12. Kota Binjai
13. Kabupaten Bogor
14. Kabupaten Kulon Progo
15. Kabupaten Sumenep
16. Kota Yogyakarta
17. Kota Depok
18. Kabupaten Langkat
19. Kota Pontianak
20. Kota Pekanbaru
21. Kota Probolinggi
22. Kota Banjarmasin
23. Kota Pelembang
24. Kabupaten Kudus
25. Kabupaten Luwu Timur
26. Kabupaten Muara Enim
27. Kabupaten Pati
28. Kabupaten Jepara
29. Kota Padang
30. Kota Banjarbaru
31. Kabupaten Lamongan
32. Kabupaten Jember
33. Kabupaten Blitar
34. Kabupaten Bandung
35. Kabupaten Sumbawa
36. Kabupaten Tuban
37. Kabupaten Deli Serdang
38. Kabupaten Kendal
39. Kabupaten Indramayu
40. Kabupaten Kutai Timur
41. Kabupaten Blora
42. Kabupaten Pemalang
43. Kabupaten Solok
44. Kabupaten Grobogan
45. Kota Manado
46. Kabupaten Musin Banyuasing
47. Kabupaten Morowali
48. Kabupaten Pasuruan
49. Kota Mataram
50. Kota Sibolga

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, smart city adalah sebuah proses yang berkelanjutan. Perbaikan layanan kepada masyarakat yang terus ditingkatkan menjadi sebuah kota/kabupaten itu dikategorikan kota pintar.

Pemilihan kota/kabupaten untuk membentuk master plan pembangunan smart city memiliki kriteria, mulai dari kesiapan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), memiliki ruang dari APBD, sampai pola pikir dari pemimpin daerahnya.

sumber detik[dot]com