Peringkat Baca Indonesia di Dunia

Kecerdasan seseorang di dukung oleh kegiatan membaca. Agar suatu negara bisa berkembang maka masyarakatnya harus gemar membaca. Kebiasaan bagus ini mungkin hampir kalah dengan kegiatan menulis status yang isinya kadang ga jelas dan selfie di sosmed. Waktu yang seharusnya dapat dimanfaatkan dengan nilai yang padat dan mencerdaskan, dapat habis hanya dengan melihat isi komentar-komentar entah apa tujuannya.

Hilang bak ditelan bumi, tergeser dan terseret oleh pengaruh teknologi, buku kini jarang di baca dan hanya tersimpan dan tersusun rapih di rak buku hingga berdebu. Orang tua sudah gak peduli dengan anak nya yang kecanduan hape asal gak bikin pusing. Ya sekarang, nanti dampaknya di kemudiaan hari baru kerasa.

Berikut adalah hasil screenshot dari youtube cnn indonesia. peringkat berapakah minat baca di indonesia.

peringkat-baca-dunia-cnn-2

Kalo ga salah indonesia mendapatkan posisi ke 2 ke satu dari bawah bostwana, dari bawah. cukup miris. Bagaimana bisa maju dan bersaing dengan negara lain apabila minat bacanya kurang. Setiap orang punya kewajiban untuk sadar dan menyadarkan orang lain untuk membaca dan belajar. Adapun manfaatnya tiada lain untuk diri sendiri. Tidak apa kita abaikan peringkat diatas, tapi jangan abaikan masa depan diri sendiri agar jangan terpuruk dan menyesal gara-gara malas baca.  Ini baru minat baca bagaimana dengan hal lainnya, silahkan dipikirkan.

semoga bermanfaat, wassalam.

Pengenalan Enkripsi

Programmer tidak lengkap jika belum mengenal  enkripsi di samping ilmu programming lainnya. Trus apa itu enkripsi ? mari kita pelajari mulai dari definisi pengertiannya.

enkripsi

Skema enkripsi.

Di bidang kriptografi, enkripsi adalah proses mengamankan suatu informasi dengan membuat informasi tersebut tidak dapat dibaca tanpa bantuan pengetahuan khusus. Dikarenakan enkripsi telah digunakan untuk mengamankan komunikasi di berbagai negara, hanya organisasi-organisasi tertentu dan individu yang memiliki kepentingan yang sangat mendesak akan kerahasiaan yang menggunakan enkripsi. Di pertengahan tahun 1970-an, enkripsi kuat dimanfaatkan untuk pengamanan oleh sekretariat agen pemerintah Amerika Serikat pada domain publik, dan saat ini enkripsi telah digunakan pada sistem secara luas, seperti Internet e-commerce, jaringan Telepon bergerak dan ATM pada bank.

Enkripsi dapat digunakan untuk tujuan keamanan, tetapi teknik lain masih diperlukan untuk membuat komunikasi yang aman, terutama untuk memastikan integritas dan autentikasi dari sebuah pesan. Contohnya, Message Authentication Code (MAC) atau digital signature. Penggunaan yang lain yaitu untuk melindungi dari analisis jaringan komputer.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Enkripsi

Pangeran Dipenogoro

pangeran-dipenogoro

8 januari 1855 wafat nya salah satu raja dan ulama kharismatik tanah jawa BENDARA PANGERAN HARYA DIPANEGARA atau PANGERAN DIPONEGORO di tanah makasaar diusia 69 tahun.

8 January 1855 he died, one of the kings and a charismatic ulama of Javanese land, BENDARA PANGERAN, THE PRESIDENT OF THE COUNTRY, or PANGERAN DIPONEGORO, on the land of Makasaar at the age of 69 years.

pangeran diponegoro memimpin perlawanan terhadap belanda (1825-1830) perang jawa ini didukung 112 kyai, 31 haji, serta 15 syekh dan puluhan penghulu berhasil diajak bergabung Menurut Peter Carey (2016)

selama perang ini kerugian pihak Belanda tidak kurang dari 15.000 tentara mati dan memakan biaya perang 20 juta gulden.

Berbagai cara terus diupayakan Belanda untuk menangkap Diponegoro. Bahkan sayembara pun dipergunakan. Hadiah 50.000 Gulden diberikan kepada siapa saja yang bisa menangkap Diponegoro, hingga akhirnya ditangkap pada 28 maret-5 april 1830 dengan cara licik dijebak untuk berunding gencatan senjata lalu di tangkap ketika berunding di magelang dengan pihak belanda Jenderal de kock.

Source INDONESIA TEMPO DOELOE (Komunitas Pemerhati Sejarah)

zend framework 1.12 menjalankan di folder localhost dan menghilangkan nama folder public

Alhamdulilah bagi-bagi ilmu gan, menjalankan web dengan framework zf 1 dengan memanggil folder project localhost tanpa tulisan public, adapun pengaturan yang perlu di sesuaikan yakni file index.php dan htaccess yang berada di direktori public, di pindahkan ke folder root.

Kemudian sesuaikan isi file-file tersebut menjadi seperti dibawah.

index.php

<?php

// Define path to application directory
defined('APPLICATION_PATH')
|| define('APPLICATION_PATH', realpath(dirname(__FILE__) . '/application'));

// Define application environment
defined('APPLICATION_ENV')
|| define('APPLICATION_ENV', (getenv('APPLICATION_ENV') ? getenv('APPLICATION_ENV') : 'production'));

// Ensure library/ is on include_path
set_include_path(implode(PATH_SEPARATOR, array(
realpath(APPLICATION_PATH . '/../library'),
get_include_path(),
)));

/** Zend_Application */
require_once 'Zend/Application.php';

//
require_once 'Zend/Config/Ini.php';
require_once 'Zend/Registry.php';
require_once 'Zend/Db.php';
require_once 'Zend/Db/Table/Abstract.php';
require_once 'Zend/Filter/Input.php';

// get params db from application.ini
$config = new Zend_Config_Ini('application/configs/application.ini', 'db');

// set database configuration parameters
$adapter = $config->db->adapter;
$params = $config->db->params;

// initialize database
$db = Zend_Db::factory($adapter, $params);

// set database as default
Zend_Db_Table_Abstract::setDefaultAdapter($db);

// save database object in Zend_Registry
Zend_Registry::set('db', $db);

// get params db1 from application.ini
$config = new Zend_Config_Ini('application/configs/application.ini', 'db1');

// set database configuration parameters
$adapter = $config->db1->adapter;
$params = $config->db1->params;

// initialize database
$db1 = Zend_Db::factory($adapter, $params);

// set database as default
Zend_Db_Table_Abstract::setDefaultAdapter($db1);

// save database object in Zend_Registry
Zend_Registry::set('db1', $db1);

// Create application, bootstrap, and run
$application = new Zend_Application(
APPLICATION_ENV,
APPLICATION_PATH . '/configs/application.ini'
);

$application->bootstrap()
->run();

.htaccess

RewriteEngine On 
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} -s [OR] 
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} -l [OR] 
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} -d 
RewriteRule ^.*$ - [NC,L] 
RewriteCond %{REQUEST_URI}::$1 ^(/.+)(.+)::\2$ 
RewriteRule ^(.*)$ - [E=BASE:%1] 
RewriteRule ^(.*)$ %{ENV:BASE}index.php [NC,L]

untuk mendefinisikan alamat utama agar dapat digunakan untuk tautan dan penglokasian asset. tambahkan helper mainUrl(); untuk mendefinisikan lokasi utama.

<?php
class Zend_View_Helper_MainUrl extends Zend_View_Helper_Abstract
{

function __construct()
{
$fc = Zend_Controller_Front::getInstance();
}

function MainUrl()
{
$str = "http://" . $_SERVER['SERVER_NAME'] . "/fingercenter-test/";
return $str;
}

}

kemudian coba panggil alamat url localhost/namafolder/, tanpa menuliskan nama folder public.

semoga bermanfaat wassalam.

Multiple Database Adapter di Zendframework

Zendframework memfasilitasi untuk penggunaan lebih dari satu database dengan beda jenis. penjelasan koding supaya bisa akses koneksi ke banyak database caranya seperti dibawah ini.

Edit file application.ini menjadi seperti berikut.

[db]
db.adapter = "mysqli"
db.params.host = "localhost"
db.params.username = "root"
db.params.password = ""
db.params.dbname = "hello"

[db1]
db1.adapter = "mysqli"
db1.params.host = "localhost"
db1.params.username = "root"
db1.params.password = ""
db1.params.dbname = "world"

Pada file index.php di folder public tambahkan script berikut.

// get params db1 from application.ini
$config = new Zend_Config_Ini('../application/configs/application.ini', 'db1');

// set database configuration parameters
$adapter = $config->db1->adapter;
$params = $config->db1->params;

// initialize database
$db1 = Zend_Db::factory($adapter, $params);

// set database as default
Zend_Db_Table_Abstract::setDefaultAdapter($db1);

// save database object in Zend_Registry
Zend_Registry::set('db1', $db1);

 

Untuk selanjutnya pemanggilan fungsi database seperti peggunaan biasanya. semoga bermanfaat wassalam.