Tips bagaimana cara menguasai bahasa pemrograman untuk pemula

students_learning_on_computers

Sering kali bertemu dengan orang yang ingin belajar bahasa pemrograman, namun tidak memiliki dasar sama sekali seperti basic di sekolah atau perguruan tinggi alias masih umum.

Sebenarnya tidak ada yang tidak mungkin, asal ada dorongan yang kuat.

Kunci pertama agar bisa adalah motivasi yang kuat untuk belajar, atau alasan kenapa ingin belajarnya di hadirkan. setelah itu tidak lain dan tindakan selanjutnya adalah mau melangkah sedikit demi sedikit. seperti balita belajar jalan kaki. mungkin awalnya berat tapi ketika di tekuni sedikit demi sedikit, dan dilakukan setiap hari belajar. insyaalloh anda akan bisa.

kunci selanjutnya adalah lakukan setiap hari, maka keajaiban terjadi,

dan kunci terakhir yaitu tidak pernah merasa cukup.

mungkin masih ada kunci-kunci yang lain selain ini,.. semoga bermanfaat wassalam.

Oleh-oleh SILATURAHMI

Dalam sebuah acara silaturahmi, beberapa cucu dari 8 orang anak menjumpai eyangnya yg ada di desa.

Mereka menceritakan kisah sukses masing2.
Ada yang menjadi direktur BUMN, ada yang menjadi direktur Bank, ada yg menjadi pengusaha sukses, dokter, arsitek, pengacara, konsultan, dll.

Melihat para cucu2 tersebut ramai2 membicarakan kesuksesan mereka, eyang tsb segera ke dapur kmdn mengambil seteko kopi panas dan beberapa cangkir kopi yang berbeda2. ‎Mulai dari cangkir yang terbuat dari kristal, kaca, melamin dan plastik.

_“Sudah, sudah.. Ngobrolnya berhenti dulu. Ini Eyang sudah siapkan kopi buat kalian,”_ seru sang eyang memecah keasyikan obrolan mereka.

Hampir serempak, mereka kemudian berebut cangkir terbaik yang bisa mereka dapat.
Akhirnya, di meja yang tersisa hanya satu buah cangkir plastik yang paling jelek.

Lantas, setelah semua mendapatkan cangkirnya, sang eyang pun mulai menuangi cangkir itu dengan kopi panas dari teko yang telah disiapkannya.

_“Mari, silakan diminum,”_ ajak sang eyang, yang kemudian ikut mengisi kopi dan meminum dari cangkir terakhir yang paling jelek.

_“Bagaimana rasanya? Nikmat kan? Ini dari kopi hasil kebun eyang sendiri.”_

_“Wah, enak sekali eyang.. Ini kopi paling sedap yang pernah saya minum,”_ timpal salah satu cucu yang langsung diiyakan oleh saudara2 yang lain.

_“Nah, kopinya enak ya? Tapi, apakah kalian tadi memperhatikan. Kalian hampir saja berebut untuk memilih cangkir yang paling bagus hingga hanya menyisakan satu cangkir paling jelek ini?”_ tanya sang eyang.

Cucu2nya dari 8 anaknya yang menyebar di bwrbagai kota itu pun saling berpandangan.

_”Perhatikanlah, bahwa kalian semua memilih cangkir yg bagus dan kini yg tersisa hanyalah cangkir yg murah dan tidak menarik._

_Memilih hal yg terbaik adalah wajar dan manusiawi. Namun persoalannya, ketika kalian tidak mendapatkan cangkir yg bagus perasaan kalian mulai terganggu._
_Kalian secara otomatis melihat cangkir yg dipegang orang lain dan mulai membandingkannya._

_Pikiran kalian terfokus pada cangkir, padahal yg kalian nikmati bukanlah cangkirnya melainkan kopinya.‎_

_Hidup kita, baik kehidupan dunia maupun kehidupan ibadah, seperti kopi dalam analogi tsb di atas, sedangkan cangkirnya adalah sarana, pekerjaan, jabatan, atau harta benda yg kita miliki.”_

Semua cucunya tertegun mendengar penjelasan dari sang eyang.
Penjelasan dari sang eyang telah menyentak kesadaran mereka.

_”Cucu-cucuku tercinta…”_
lanjut sang eyang.

_”Jangan pernah membiarkan cangkir mempengaruhi kopi yg kita nikmati._
_Cangkir bukanlah yg utama, kualitas kopi itulah yg terpenting._

_Jangan berpikir bahwa kekayaan yg melimpah, sarana yg mewah, karier yg bagus dan pekerjaan yg mapan merupakan jaminan kebahagian hidup dan kenikmatan dlm beribadah._
_Itu konsep yg sangat keliru._

_*Kualitas hidup dan ibadah kita ditentukan oleh “Apa yg ada di dalam” bukan “Apa yg kelihatan dari luar.*”_

_Status, pangkat, kedudukan, jabatan, kekayaan, kesuksesan, popularitas, adalah sebuah predikat yang disandang._
_Tak salah jika kita mengejarnya._
_Tak salah pula bila kita ingin memilikinya._

_Namun, semua itu hanya sarana._
_Sarana hanya bermanfaat apabila bisa mengantarkan kita pada tujuan._

_Apa gunanya memiliki segala sarana, namun tidak pernah merasakan kedamaian,_ _ketenteraman,_ _ketenangan, dan kebahagian sejati di dalam kehidupan kita?_

_Itu sangat menyedihkan._
_Karena hal itu sama seperti kita menikmati kopi kualitas buruk yg disajikan di sebuah cangkir kristal yg mewah dan mahal…”_

_Kunci menikmati kopi bukanlah seberapa bagus cangkirnya, tetapi seberapa bagus kualitas kopinya…”_

Selamat menikmati secangkir kopi kehidupan…
saudara-saudari tercinta…

 

Sumber FB

Potensi Imajinasi, Use it don’t ignore it

Imagination

Alloh SWT, memberikan kelebihan potensi kepada manusia yang tidak di berikan kepada binatang, yaitu imaginasi.

Pensive Architect with Blueprints

Dengan imajinasi manusia bisa melihat, membayangkan, merancang kemungkinan yang akan terjadi nanti, menentukan apa yang akan dilakukan selanjutnya, melihat akibat dari apabila perkerjaan ini dilakukan atau tidak dilakukan, cikal bakal dari sebuah pilihan.

/Use it/ don’t ignore it/.

Hidup ini terbatas,  lakukan yang terbaik.

Kemalasan akan berakibat penyesalan

endangcahyapermana.wordpress.com-ilustrasi
Gambar Ilustrasi  (sumber google)

Dalam masalah bekerja dari hadis ibnu umar, rosululloh saw bersabda.
“sesungguhnya Alloh SWT mencintai seorang mukmin yang memiliki pekerjaan (keahlian)”

Sudah seyogyanya menjauhkan diri dari kemalasan, pengangguran, dan santai. Karena kemalasan dan pengangguran berakibat jelek, dan hasilnya penyesalan. Sebaliknya, rajin dan bersusah payah hasilnya terpuji, baik di dunia, di akhirat atau di dalam keduanya.

Orang yang paling santai adalah orang yang dulunya lelah. Dan orang yang paling lelah adalah orang yang dulunya santai. Kepemimpinan di dunia dan kebahagiaan di akhirat tidak bisa diraih kecuali melewati jembatan kelelahan.

Kutipan dari buku “Cara Nabi Menyiapkan Generasi ” Penulis Syaikh Jamal Abdurrahman.

 

Antara tubuh dan akal ada keterkaitan yang sangat erat

Ilmu kejiwaan menyatakan bahwa antara tubuh dan akal ada keterkaitan yang sangat erat. Sesuatu yang berpengaruh pada tubuh, pasti berpengaruh pada akal. Dan sesuatu yang berpengaruh pada akal, pasti berpengaruh pada tubuh. Maka, agar manusia mampu menghadapi problematika kehidupan, sangat dibutuhkan tubuh yang kuat dan akal yang sehat.

Kutipan dari buku “Cara Nabi Menyiapkan Generasi ” Penulis Syaikh Jamal Abdurrahman.