Gambar Renungan

1. Tanpa kegiatan atau kesibukkan, maka malaspun akan tertanam dalam diri kita. Tanpa mimpi, maka kejatuhan akan berakar dalam diri kita. Semakin lama, akarnya akan semakin dalam. Sampai suatu hari bahkan mau berdiri pun sudah sangat sulit.

2. Dalam hidup ini, setiap orang membutuhkan sahabat yang seperti di gambar ini. KETIKA kamu susah, maka aku akan menjadi penopang; KETIKA aku susah, dia akan menjadi penopang; KETIKA dia susah, kamu akan menjadi penopang. Kalau kamu memiliki sahabat seperti ini, hidup tidak akan ada penyesalan

3. Untuk bekerja sama, kita harus melepas keegoisan dan saling menghormati. Untuk bekerja sama seumur hidup, maka harus merubah kebiasaan buruk dan menjadi dewasa bersama. Kalau kamu hanya tau egois dan tidak bisa saling mempersilakan, maka suatu hari kamu pun akan kalah. Entah dalam pekerjaan, pernikahan, persahabatan, kamu harus belajar menjadi dewasa bersama.

4. Kadangkala hidup ini RINGAN atau BERAT, tergantung dari jalan yang kamu pilih.

5. Kadangkala mempunyai berapa banyak sumber daya tidaklah penting, kalau kamu tidak tahu CARA menggunakannya, selamanya kamu tidak akan pernah merasa cukup.

6. KADANGKALA orang yang mengulurkan tangannya padamu, belum tentu benar-benar ingin menolongmu.

7. Kamu selamanya nggak akan bisa memuaskan SEMUA orang.

8. PANTANG MENYERAH, bertahan sedikit lagi maka kamu akan berhasil

9. Dalam hidup, kita harus dapat MENCARI KESUKAAN dalam kesulitan.

10. Kalau arahmu salah, semakin berjuang semakin TERTEKAN

 

XSS Reflected Attacct

Reflected atau non persistent merupakan tipe XSS yang paling umum dan yang paling mudah dilakukan oleh penyerang. Penyerang menggunakan social engineering agar tautan dengan kode berbahaya ini diklik oleh pengguna. Dengan cara ini penyerang bisa mendapatkan cookie pengguna yang bisa digunakan selanjutnya untuk membajak session pengguna.

Mekanisme pertahanan menghadapi serangan ini adalah dengan melakukan validasi input sebelum menampilkan data apapun yang di-generate oleh pengguna. Jangan percayai apapun data yang dikirim oleh pengguna.  (sumber id.wikipeda).

xss-reflected-attact

Reflected attack mengambil session atau cookies yang di gunakan korban dan kemudian digunakan oleh pelaku. pelaku akan memanfaatkan media seperti email atau sosmed untuk memancing klik alamat url jebakan dari korban yang dimana url tersebut sudah di desain untuk mengambil informasi data session atau cookies korban.

alur-reflected-cross-site

Apa itu non-persistent script ?

Non persistent script sudah pasti lawannya adalah persistent script. penjelasan umum adalah sebagai berikut.

non-persistent-script-description

non pesistent script memiliki karakter hanya menyerang user yang menjalankanya. kemudian biasanya dikarenakan pembuat web lupa untuk memproteksi input fieldnya.

Contoh sederhana penggunaan xss.

sample-xss-script-code

contoh diatas adalah kode untuk memasukan kode javascript untuk alert kedalam input pencarian.

 

XSS/Cross Site Scripting

XSS merupakan salah satu jenis serangan injeksi code (code injection attack). XSS dilakukan oleh penyerang dengan cara memasukkan kode HTML atau client script code lainnya ke suatu situs. Serangan ini akan seolah-olah datang dari situs tersebut. Akibat serangan ini antara lain penyerang dapat mem-bypass keamanan di sisi klien, mendapatkan informasi sensitif, atau menyimpan aplikasi berbahaya. (Sumber Wikipedia).

Kenapa di singkat xss, karena css sudah digunakan oleh istilah yang lain.

reflected-dom-based-stored

Peristiwa ‘Geger Cilegon’ tahun 1888

foto-peristiwa-geger-cilegon

Dalam foto tampak para pemberontak petani Banten dalam peristiwa ‘Geger Cilegon’ yang ditangkap VOC, tahun 1888. Foto: KITLV.

Dalam sejarah Indonesia, soal pelarangan mengumandangkan adzan pernah menjadi salah satu pemicu pemberontakan di Cilegon, Banten, yang dikenal dengan Geger Cilegon, yang terjadi pada 9 Juli 1888.

Dalam peristiwa ini, para pemberontak berhasil membunuh 17 orang Belanda serta melukai 7 orang lainnya. Sementara dipihak pemberontak, 30 orang tewas, 11 diantaranya digantung. 13 orang luka-luka dan 94 orang dibuang (diasingkan).

In the photo, the Banten peasant rebels in the ‘Cilegon Concert’ were captured by the VOC, in 1888. Photo: KITLV.

In the history of Indonesia, the question of banning the call to prayer has been one of the triggers of the rebellion in Cilegon, Banten, known as ‘Geger Cilegon’, which occurred on July 9, 1888.

In this incident, the rebels managed to kill 17 Dutch people and injured 7 others. While on the side of the rebels, 30 people were killed, 11 were hanged. 13 people were injured and 94 people were banished (exiled).

Sumber : FB – Indonesia Tempo Doeloe (komunitas pemerhati sejarah)