Fungsi dokumentasi perancangan , juga bisa dipergunakan sebagai scope aplikasi

Dalam tulisan sebelumnya saya pernah menjelaskan awal untuk memulai sebuah project adalah perancangan. selain berfungsi untuk dokumentasi pribadi, juga berfungsi untuk batasan scope yang akan dikerjakan. hal ini yang nantinya akan di sepakati oleh pihak pengembang dan client. jadi jelas batasan pekerjaan di antara ke dua belah pihak. apabila ada halnyang diluar itu , bisa dikembalikan pada rancanagan kesepakatan awal. itulah fungsi laindari dokumentasi perancangan sebelum melakukan koding. untuk perancangan nya sendiri bisa di browsing di mbah google. tnx.

Langkah Awal Membuat Sebuah Aplikasi, Perancangan atau Koding ?

Apa yang harus dilakukan atau langkah awal apa yang dibutuhkan ketika akan membuat sebuah aplikasi ? pertanyaan itu yang sering muncul dalam pikiran seorang programmer yang membuat sebuah project seorang diri, seperti yang pernah saya alami.

Kebanyakan hal yang dilakukan adalah mengabaikan sisi perancangan atau analisa alias ditinggalkan. Mungkin hal ini dilakukan untuk mempercepat proses pengerjaan asal aplikasi jadi dan selesai, lalu tinggal menunggu pembayaran dari client begitu lah kira-kira. Mungkin kondisi sedang kepepet lagi butuh duit kali ya…

Hal tersebut sah-sah saja. namun bagi yang ingin menjadi profesional, hal tersebut mungkin harus ditinggalkan. mengapa harus seperti itu?

Saya pikir sederhana, bagaimana kalau client kita minta ada maintenance atau pengembangan.

jika pekerjaan yang kecil dan menggunakan tabel yang sedikit tidak akan menjadi masalah. kita bisa langsung konek , ngeh ketika sewaktu-waktu ada perubahan atau permintaan update. padahal project sudah lama selesai bertahun-tahun. hampir tidak ada masalah kan, saya kira begitu.

Namun bagai mana, apabila project tersebut sangat besar dengan tabel yang banyak, puluhan atau bahkan ratusan tabel? sedangkan kita Nol dokumentasi perancangan dan analisa. Hmm, baru terasa, dan ga kepikiran kenapa ga bikin ya dulu.

Akhirnya , mau tidak mau tahap selanjutnya adalah buka-buka kode dan mengingat-ingat kembali algoritma kode disetiap file, bagai mana ga pegel. tidak sedikit waktu untuk mengingat-ngingat logika dan prosedur program. dan kemudian main tembak kode dan tabel , tambal sana sini tak beraturan. Sehingga aplikasi menjadi tidak terkendali dan tambah rumit. dan tidak menutup kemungkinan stack dan tidak bisa dilanjutkan. karena sudah pusing dengan kode dan tabel yang tak karuan. sebuah kondisi yang tidak diharapkan.

Saya kira bisa di bayangkan cerita diatas.

Ada peribahasa yang mengatakan berakit-rakit kehulu berenang-renang kemudian, bersusah susah dahulu , bersenang-senang kemudian.

Peribahasa diatas bisa menggambarkan kejadian diatas.

Jadi langkah awal apa yang harus saya kerjakan dalam membuat sebua aplikasi ? dan jawaban saya adalah perancangan dan analisa , baru setelah itu masuk ke tahap koding.

saya kira lebih baik menyisihkan waktu sedikit untuk melakukan perancangan dan analsis dengan cara mendokumentasikannya sehingga pembuatan aplikasi atau koding menjadi lebih matang. dari pada kita harus kesulitan nantinya. metode analisis saya kira banyak dan sudah tersebar di mbah google, kita tinggal mencari. Ada DFD, Flowchart, UML dst. bagi yang pernah kuliah, sudah paham akan hal ini. Jadi tinggal kembali kepada diri kita  masing-masing mau pilih yang mana.

Oke mas-mas, akang-akang sekian tulisan pengalaman kali ini. semoga bermanfaat. tnx.

 

 

 

Struktur Direktori File Upload Di Pemrograman PHP

Sudah lama saya tidak berbagi pengalaman teman-teman. Pada tulisan kali ini saya akan berbagi  tentang metode penyimpanan file upload bisa gambar atau dokumen lainnya.

Selama saya bergelut dalam dunia pemrograman web, terutama pemrograman php belum menemukan sebuah aturan yang baku bagaimana membuat struktur file upload yang baik dan benar. Apabila ada yang pernah menemukan, saya akan sangat senang jika diberi tahu.

Oke, tanpa panjang lebar lagi saya langsung ke inti-nya. Jadi struktur direktori seperti apa yang bagus?  pertanyaan itu yang sering muncul dalam kepala saya. Dalam pengalaman saya akhirnya saya menemukan kesimpulan yang mungkin bukan yang terbaik, namun bisa di pelajari.

Seperti biasanya dalam contoh-contoh kode program upload di php yang saya temukan.

Point pertama yang bisa saya terima dan saya “save” atau simpan adalah biasanya di simpan dalam satu direktori bernama folder “uploads”.

Dan kemudian, kedua ada folder lagi di dalamnya bernama “thumbs”.

Adapun fungsi-fungsi direktori tersebut adalah direktori uploads untuk menyimpan file-file original, dan direktori untuk gambar yang diresize dan biasanya ukurannya menjadi lebih kecil dari pada aslinya.

Jika saya gambarkan adalah seperti berikut

+ uploads
– dokumen.doc
– dokumen.xls
– image.jpg
– image.png
– notepad.txt
– etc.
+ thumbs
– image-resize.jpg
– image-resize.jpg
– etc.

Kurang lebih kesimpulan dalam benak saya seperti itu, apabila ada yang lebih baik saya berharap untuk di sharing demi kemajuan pengetahuan pemrograman bersama.

Terima kasih atas perhatiannya.